28

Menjelang hari besar Idul Fitri, biasanya banyak umat muslim yang berbondong-bondong mendatangi beberapa organisasi tertentu (misalnya ketua RT) untuk melakukan zakat fitrah.

Pasalnya, aktivitas sedekah ini memang wajib dibayarkan oleh semua umat muslim yang mampu secara finansial pada akhir bulan puasa Ramadhan.

Akad Zakat Fitrah sendiri pastinya memiliki aturan tersendiri, yang biasanya sudah atau akan diajarkan oleh tokoh masyarakat setempat sesaat sebelum kita melakukannya.

Tujuan dari bentuk ibadah ini tentunya bersifat kemanusiaan dan sosial. Selain agar mampu mendekatkan diri kita dengan Sang Pemberi Rezeki Allah SWT, juga memberikan kesempatan kepada fakir miskin untuk dapat merayakan hari raya Idul Fitri bersama dengan umat Islam lainnya dengan penuh suka cita.

Zakat Fitrah juga menjadi simbol bagi kita sebagai ucap rasa syukur setelah mendapatkan begitu banyak rezeki yang melimpah selama satu tahun (dari bulan Syawal hingga akhir Ramadhan).

Selanjutnya, zakat fitrah tersebut pun haruslah disalurkan dalam jangka waktu tertentu. Jika seseorang melewatkannya tanpa alasan yang jelas, maka termasuk ke dalam perbuatan dosa, mengingat hukum dari zakat fitrah itu sendiri yang bersifat wajib.

Setelah penyebaran Islam yang meluas dari Arab hingga ke berbagai macam belahan dunia – termasuk Indonesia, para ahli hukum mengizinkan pembayarannya dari awal dan pertengahan Ramadhan demi memastikan bahwa zakat fitrah tersebut berhasil sampai pada penerimanya sebelum hari raya Idul Fitri.

Ditegaskan pula secara khusus bahwa pembagiannya haruslah dilakukan tepat sebelum shalat Idul Fitri agar fakir miskin mampu menerimanya dan menggunakannya demi menafkahi tanggungan mereka pada hari raya besar tersebut.

Lantas, siapa saja yang berhak menerima zakat fitrah dari kita?

Al-Quran sangatlah jelas menjawab akan pertanyaan tersebut, yang mana tertulis pada Surat At-Taubah Ayat 60, diantaranya termasuk:

  • Orang miskin
  • Orang yang tengah membutuhkan
  • Pengumpul zakat
  • Mualaf
  • Untuk membebaskan tawanan atau hamba sahaya
  • Untuk membebaskan orang yang terjerat hutang
  • Mereka yang berjuang untuk tujuan agama atau di jalan Allah

Selain zakat fitrah, terdapat pula bentuk sodakoh yang disebut sebagai zakat mal, yang juga dapat diberikan kepada kelompok orang yang sama seperti di atas.

Akad Zakat Fitrah dan Orang yang Berhak Menerimanya

Navigasi pos